0

NHW #7 : Tahapan menuju bunda produktif

Tugas nya :

NICE HOMEWORK #7
*TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF*

Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7. Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.
Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan belajar mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat.

Ada banyak tools yang sudah diciptakan oleh para ahli tersebut, diantaranya dapat dilihat secara online di http://www.temubakat.com http://tesbakatindonesia.com/ http://www.tipskarir.com dan masih banyak lagi berbagai tes bakat online maupun offline yang bisa kita pelajari.

Salah satu tools yang bisa dicoba adalah http://www.temubakat.com yang kebetulan kita bisa mengkonfirmasi langsung ke penciptanya yaitu Abah Rama Royani, yang sering menjadi guru tamu di komunitas Ibu Profesional.

Apabila teman-teman lain memiliki tools tentang pemetaan bakat ini yang bisa dikonfirmasi ulang ke penciptanynya silakan dipakai, sehingga kita jadi lebih banyak paham tentang berbagai alat konfirmasi bakat kita.
Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.
Bagi anda yang ingin memakai fasilitas Free di http://www.temubakat.com silakan ikuti panduan di bawah ini :
Masuk ke http://www.temubakat.com
Isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
Jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya
Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini
Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7
Bagi anda yang ingin menggunakan tools lain yang bisa dikonfirmasi ulang, silakan cantumkan hasilnya di NHW #7
Setelah mengkonfirmasi ulang bakat kita dengan tools yang ada, kami sarankan jangan percaya 100%. Silakan konfirmasi ulang hasil tersebut sekali lagi dengan mengisi pernyataan aktivitas apa yang anda SUKA dan BISA selama ini.
Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

***************************

Baiklah, mari kita mulakan dgn bismillah…

Pekan ini merupakan pekan yang hectic selama mengikuti perkuliahan di ibu profesional. Bukan karena materi pembelajaran yang susah.. . Tapi lebih kekondisi rumah yang sangat2 tidak kondusif.

Cerita sedikit ya, kami mendadak harus pindah kontrakan. Intinya ada miss komunikasi diantara kami dan induk semang. Dan akhirnya memaksa kami untuk sesegera mungkin packing dan mencari rumah baru dalam jangka waktu 3 hari . Fyuhhhh…

Alhamdulillah semuanya dimudahkan. Kami mendapat rumah baru yang kemudian saya sadari bahwa rumah baru ini sangat “homy” banget lingkungannya. Mengingatkan akan suasana rumah blitar. Tempat saya dilahirkan dan dibesarkan.

Aktivitas packing dan unpack membuat saya tidak bisa full fokus menyimak amteti dan sesi diskusi. Padahal tema kuliah umum abah Rama sudah saya nantikan. Karena sesuai dengan proses untuk mengerjakan nhw kali ini. Tema nya pun sesuatu yang baru yang saya sudah penasaran dari awal disinggung sedikit di nhw 2.

Tes temu bakat ini sebetulnya sudah saya lakukan lama ketika saat itu mulai disinggung sekilas di kuliah umum iip via telegram. Saya simpan dan akhirnya dipakai sekarang. Dan ini lah hasil tes. saya :

Dari tes ini nampak beberapa kekuatan saya, yaitu : arranger, commander, communicator, educator, explorer, journalist dan strategist.

Terlihat sekali saya dominan otak kanan. Dan ini sangat berbanding terbalik dengan suami. So, that’s why we always argue abaout something. Lhah penalarannya aja beda konsep. 😍 😍

Tugas kedua adalah mengkonfirmasi dengan diri. Beberapa yang sudah terkonfirmasi diantarany ada di tabel ini :https://drive.google.com/file/d/1twfof1tM_sS1LyIQNpEAOLmEXM88xkpF/view?usp=drivesdk

Okee.. . Well done,bakat saya memang mengajar dan mengarrange kegiatan looks like misi hidup saya yang saya tulisan terkonfirmasi. 😍 😍 😍.

Dan tugas berikut nya adalah membuat aktivitas kuadran. File saya bisa diintip di sini :

Okeeee.. .. Semoga saya istiqomah. Aaamiin

Iklan
0

NHW #2, MIIP Batch 7 : Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

Holaaaaa, sampai juga di minggu ke dua kelas matrikan ibu profesional. Minggu ke dua ini materinya membahas tentang ibu profesional. Bagaimana menjadi ibu profesional kebanggaan keluarga, tahapan menjadi ibu profesional dan juga indikatornya.

Nah, setelah sesi materi datang juga yang ditunggu, NHW… Nice homework kali ini seruuuu… Kami diminta untuk menanyakan apa yang membuat pasangan dan anak merasa bahagia. Tujuannya nantinya adalah ibu akan membuat indikator kebahagiaan itu sebagai tolok ukur profesionalisme nya di keluarga. Seru kann.. Setelah kemarin diajak bertanya pada diri sendiri, kali ini diajak bertanya pada lingkungan terdekat. 😍 😍

Tugas lengkapnya seperti ini.


📚*NICE HOME WORK #2*📚

Bunda, setelah memahami tahap awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat

📝✅*“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”*✅📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu

Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.

Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat “Indikator” untuk diri sendiri.

Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:

SPECIFIK, MEASURABLE, ACHIEVABLE,
REALISTIC, TIMEBOND

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional/

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Okee.. And the mission begins…..

Misi pertama adalah bertanya pada suami, “ayah, yang bisa bikin ayah bahagia itu kalau emak gimana sih?”,

seperti sudah diduga… Pak su hanya senyum saja awalnya.

“Lha emak pengen gimana?”, lahhhh… Oke ganti strategi…

Akhirnya dibacakanlah tugas secara komplit.. Dan keluarga 3 kalimat yang intinya adalah :

  1. Emak harus memastikan segala sesuatu yang ada di rumah sudah baik dan benar. Misalnya : kalau nyuci baju ya harus benar2 bersih, gak ada noda2. Kalau nyapu ya kudu bener, gak ada debu2. . – – – emak hebat
  2. Memastikan ada makanan tersedia di meja makan untuk sekeluarga. – – – emak manajer hebat
  3. Masak yang5 enak, jadi gak ada ceritanya masakan keasinan karena pas masak emak asyik hp an, atau masakan gosong karena emak lagi emosian dan teman2nya. Jadi emak harus fokus kalau lagi masak – – – emak koki hebat
  4. Ini emak tambahin sendiri menyaring dari omongan pak su, emak nurut apa yang dikatakan pak su. Ndak ngeyelan, belajar sabar dan ndak pakai sumbu pendek kalau dikasih tahu – – – – emak ceria

Oke, fix dari pak suami. Sekarang anak2…

Jendra (2tahun, 8 bln) aku tuuu, ingin ibukk :

  • Masakin ayam kicaaappp
  • Dianterin sekolah, sambil nyanyi2
  • Acaa buku ibuuukkk
  • Main ibuuukkk
  • Bobok ibuuukkkk

Kakak Nadine (4th 4 bulan)

  • Kakak suka kalau ibuk masakin kakak, pandai ibuk masak ayam kicap, kakak sayang ibukkkk
  • Ibuukkk, baca bukuu kalau mau bobok
  • Kakak suka main ibuk..
  • Kakak ndak suka ibuk marah2
  • Kakak suka beres2nya sama ibuk

Sementara itu yang bisa dikorek2…. Okeeee, baiklah mari meramu… Kalau dipikir berarti sejatinya semua yang dibilang ayah dan anak2 itu saling berkaitan. Intinya ya harus bisa menjaga emosi. Karena kalau emak gak emosian emak bisa masak enak, rumah rapi dan bersih dan bisa main asyik dengan anak2..

So simple as that, padahal semua emak pikir akan ada deretan minta ini itu. Ternyata… Oh ternyata…

Oke, back to homework..

Dari semua indikator a la ayah dan anak2 akhirnya bisa saya simpulkan indikator a la emak yang akan menjadi jalan untuk memudahkan emak menjadi emak profesional a la keluarga Jeblog, bissmillah… Ada beberapa istilah indikator yang muncul diantaranya adalah

  • emak hebat
  • emak manajer hebat
  • Emak koki hebat
  • Emak ceria

Dan penjabarannya adalah di sini…

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1xi81USsOzkN0NTtCKLlSG6Sdku4RYTBFWFLOxcHnacY/edit?usp=drivesdk

Well, mungkin sangat sedehana, harapannya sih semoga emak bisa merealisasikan sesegera mungkin sehingga bisa dapat hasil yang semaksimal mungkin. Demi apah… Demi kamu… Iya, kamuuuuu

Yang jelas bagi saya pribadi, menyusun indikator ini membuat saya intropeksi, bahwa jalan yang hendak sy tempuh untuk jadi ibu yang profesional itu tidak bisa dengan kerja sendiri. Perlu support terutama dari orang terdekat. Karena ketika saya menjadi seorang ibu profesional anak dan suamilah yang akan menjadi penerima manfaat utamanya. Merekalah costumernya. Bissmillah.

0

NHW #1 Matrikulasi Batch #7 : Adab menuntut ilmu.

Sudah hampir seminggu ini resmi menjadi mahasiswi matrikan Institut Ibu Profesional, ( apa dan bagaimanya tentang IIP ntar ya.. . Emak berjanji akan mulai aktifin lagi blog nya… 😍)

Namanya jadi mahasiswi artinya ikut kuliah dong,  dan pasti ada tugasnya.  Nah tugas di perkuliahan IIP ini namanya NHW,  singkatan dari Nice Home Work.  Yup…  Menyenangkan tho… Jelas… Emak aja suka,  bayangan awalnya sih akan mengerjakan tugas semacam paper dll ternyata jauuuuuuh sekali dari itu semua.  Nah NHW #1 ini terkait dengan materi 1, yaitu adab menuntut ilmu.  Dan NHW nya jelas bikin mak jleb…  Membuat emak harus semedi,  bertanya pada diri sembari ngemil kuwaci…

……………………………

Baiklaaaah,  mari kita mulakan mengerjakan tugasnya.


NICE HOMEWORK #1
*ADAB MENUNTUT ILMU*

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional Batch #7, kini sampailah kita pada tahap menguatkan ilmu yang kita dapatkan kemarin, dalam bentuk tugas.

Tugas ini kita namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW.

Dalam materi “ADAB MENUNTUT ILMU” kali ini, NHW nya adalah sbb:

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia



Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

……………….. …. …… ……..  

1. Jurusan ilmu yang akan saya tekuni di universitas kehidupan ini

Jreng.. Jreng… . (backsound : upinipin)

Sudah lama saya internalisasikan ke diri saya bahwa saya suka mengajar.  Jadi passion saya adalah dunia pendidikan,  terutama pendidikan anak usia dini.  Lama berkecimpung di dunia ini membuat saya paham bahwa apa yang paling bisa membuat saya bahagia adalah berdekatan dengan anak2,  saya selalu tertarik dengan apa yg mereka lakukan,  cerita mereka,  dan selalu takjub akan keberhasilan mereka ketika melewati indikator perkembangan sesuai usianya.  Hingga akhirnya saya bermimpi ingin punya sekolah paud.  And i dit it,  walaupun beberapa tahun kemudian karena suatu dan lain hal saya harus melepaskan mimpi itu.  Namun semangat untuk membuat sekolah lagi itu belum padam,  dan masih saya pelihara hingga sekarang.

Semalam dalam diskusi di grup JogSa,  membuat saya merenung dan bertanya lagi pada diri sendiri masihkan pendidikan anak menjadi renjana saya?   dan saya yakin seyakin2nya.  Jawabannya : masih,  namun sekarang jadi lebih mengerucut..

Bahwasanya jurusan atau ilmu yg ingin saya pelajari di universitas kehidupan ini adalah jurusan menjadi ibu yang pantas.  (absurd ya?  Tapi bagi saya tidak. Jurusan ini sangat kongkrit)

2. Kenapa ?

Karena saya merasa belum pantas.  Menjadi seorang ibu,  artinya saya harus siap belajar,  sepanjang usia saya.  Dan apa yang terkait sepanjang kata belajar adalah pendidikan.  Dengan mempelajari ilmu how to be ibu yang pantas,  akan membuat saya bisa lebih bermanfaat buat lingkungan sekitar saya

3. Strategi yang akan saya terapkan

Menurut saya strategi Yang pas adalah learning by doing.  Dengan learning by doing saya akan bisa dengan mudah melakukan perencanaan,  mempraktekkannya dan bisa mengevalusi bahkan berefleksi secara langsung.  Dan bisa saya lakukan perubahan secara kongkrit.  Sehingga minimal lingkungan terdekat yaitu anak2 dan suami akan merasakan manfaat atau perubahan yg terjadi pada diri saya. Tentusaja ini ke jalan yg lebih baik dan positif. Yang kemudian secara berangsur2 harapannya akan Tertular ke lingkungan sosial hingga ke wilayah yg lebih luas lagi.  Tentu saja hal pertama yang harus saya lakukan adalah meminta maaf dan meminta ridhlo suami,  karena dengan beliau ridhlo insyaAllah akan membuat segalannya menjadi mudah dan ada pengawas yang akan dengan sukarela mengoreksi dan membimbing saya untuk mencapai tujuan utama keluarga kami.

4. Perubahan yg akan saya kobarkan selama menuntut ilmu

* semangat untuk tak lelah menuntut ilmu,  bergabung ke dalam majelis yang senafas dengan jurusan saya. Salah satunya adalah ingin berperan aktif di IIP

*membawa gelas kosong, menurunkan ego,  menyaring mana yang pantas dan membuang yang bisa membuat hidup /waktu saya sia2

*belajar ilmu agama,  supaya bisa menyelaraskan ilmu kehidupan ini senafas dengan al qur’an.  Mengambil banyak waktu untuk lebih dekat dengan Nya, untuk menenangkan menguatkan hati yang senantiasa bergejolak

* menjaga semangat untuk tak lelah belajar,  memotivasi diri bahwa ada tujuan mulia yang harus dicapai

*manajemen emosi dan waktu,  agar waktu tak lagi terbuang siasia.  Bahwasanya setiap detik harus bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat baik kata,  tulisan maupun perbuatan

*saya ingin mengaktifkan menulis blog ini lagi,  supaya saya bisa melihat dokumentasi perjalanan saya dalam menuntut ilmu,  bisa menyebarkan kebaikan ke dunia luas,  dan syukur2 bisa menginspirasi banyak orang melalui proses saya menuntut ilmu di universitas kehidupan ini.

*membuka diri untuk belajar hal baru,  agar jadi ibu yang melek finansial,  melek it,  melek parenting dan keahlian baru,  namun tetap penuh kasih sayang pada keluarga.

…………………………………….

Ternyata panjang sekali uraian nya. Bismillah,  perjalanan untuk menuntut ilmu baru dimulai.  Semoga selalu dimampukan dan dilancarkan.  Dijaha semangat belajarnya ya maakkk

SemangaaaAattttttt

Hennypuji_mahasiswi MIIP batch #7, Yogya1

0

bumil curhat..

Terus terang, saya risih membaca postingan teman sesama bumil di salah satu media sosial… bukan karena apa sih, tapi ya itu… isinya mengeluh melulu… tentusaja dengan iringan bahasa yang se”njeplaknya” (duh, apa ya bahasa indonesianya dari kata : njeplak ini..) 😀 ya, saya paham… tiap-tiap bumil pasti bawaanya beda-beda… terlepas itu orang bilang bawaan bayi atau bumilnya sendiri yang memang pengen beda…

dan saya paham, hak semua orang juga untuk berkeluh kesah… di akun pribadinya, mau ngomel, mau marah, mau misuh, mau ngegosip ya itu hak nya… *seperti saya sekarang kali yaaa yang memilih ngomel lewat wp saya karena risih sendiri… hahahaaha

ah, saya jadi berefleksi… beruntungnya saya… walau hamil dan jauh dari suami.. masih ada bapak yang sangat perhatian, para walimurid dan guru2 canting yang sangat pengertian… sehingga saya tak harus mengeluh kesah… walaupun sungguh di awal-awal kehamilan semuanya berasa berat…

Saat hormon mulai berubah, saya badan mulai berasa gak ada yang bener.. tidur miring salah, ganti posisi salah.. saat punggung mulai berasa pegal karena menahan perut yang kian membesar, pun saat trisemester dua ini kala mulai sering berasa mellow…. rasanya akan lebih mudah kalau suami ada di sisi… Walaupun itu hanya sekedar memandang wajah tenangnya…

Untunglah, mas bojo tak pernah absen menelpon, bercakap-cakap, bernyanyi  dengan si Angger dan kadang melantunkan doa jarak jauh sembari saya dekatkan henpon genggam saya ke perut… selalu sigap mengangkat telpon saya jam berapapun waktunya… menemani tidur saya dengan berbagai cerita hingga saya terlelap dan terlupa dengan sakit punggung yang mendera… mengingatkan jadwal kontrol dan makan… ya, saya tahu akan berbeda jika mas bojo ada di samping saya setiap saat dan setiap waktu.. tapi ya gimana lagi, kami masih harus berusaha dan bersabar hingga waktu bisa membuat kami bisa tinggal bersama…

untunglah Angger jarang rewel, dan pengertian sangat dengan bundanya.. dan saya yakin, mas di sana juga merasakan kegelisahan yang sama.. berjuta “andai” pasti bermain di benakknya… andai bisa selalu menemani dlll… ah, tapi sabar dulu ya sayang… semua akan indah pada waktunya…..

dan semoga saya akan selalu ingat, selalu bersyukur.. bahwa bersama saya sekarang tumbuh satu masa depan kami, cita-cita kami, buah kasih sayang kami..

0

bumil diet :D

Minggu ini masuk minggu ke 14 genap sebulan pula saya mulai mengatur pola makan selama kehamilan.

yak, sejak “ditahbiskan” hidup dengan dm gestaksional pada pemeriksaan kehamilan di bulan ke 3 saya,saya mulai mengatur asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh (tentunya tetep menu sehat lho ya.. kan ada dedek bayi yang butuh nutrisi banyak :d)

beberapa yang saya lakukan adalah :

1. Mengurangi frekuensi minum manis yang dingin,

Menu es teh-es jeyuk dan teh kotak dingin favorit saya perlahan mulai menghilang dari daftar pendamping menu, selanjutnya digantikan dengan jeruk nipis hangat… dan kalau cuaca gak bersahabat alias puanas banget ya minum air putih dingin… itupun setelah saya diamkan dalam suhu ruangan sebentar…

2. Stop camilan gak sehat,

Apabila sebelumnya saya suka ngemil gorengan, kripik, krupuk dan saudaranya untuk selingan, yang saya lakukan sekarang adalah bikin agar a.k.a puding yang minus gula…. rasanya? jangan ditanya deh, awalnya sih aneh tapi lama-lama biasa jugak, hehehhe

3. Wajib buah!

Demi mengganti asupan gula buatan masuk kedalam tubuh, saya menggantinya dengan buah-buahan segar. Buah apapun saya makan. Pepaya, pisang, buah naga (alhamdulillah ketiga buah ini selalu terpenuhi supllynya dari kebun depan rumah), jeruk, strawberry, tomat, salak, duku… buah apapun… hihihihi… satu buah yang saya kepengen tapi ndak dibolehin sama babe adalah DURIAN hahahahhaha… saya harus cukup puas dengan mencium baunyaaa.. 🙂

4. Sayur,

Kalau nurutin senang dan gak senang.. sebetulnya saya bukan termasuk golongan herbivora.. namun demi dedek bayi akhirnya saya lahap dan saya wajibkan selalu ada sayur dalam menu makan saya… entah itu berupa sayuran kompleks (seperti pecel, lotek, gado-gado minus selada) atau dalam rebusan matang sayur personal (halaahhhh… bahasanya, padahal cuman pengen bilang semacam sayur sawi-dipotong trus direbus sampai matang, trus buat teman makan nasi) hihihihi… Untuk sayur ini saya mewajibkan harus sayuran matang. no mentah atau setengah matang! soalnya sejak dulu pernah baca yang postingan tumis kangkung setengah matang itu bikin saya parno ama kangkung.

5. Karbohidrat,

Saya agak bersyukur karena selama hamil ini asupan nasi saya berkurang banyak (bahkan sejak pertama kali tahu hamil). Yang dulunya bisa saingan nasinya dengan mase sekarang jauuuuuhhh banyak berkurang… bukan karena sengaja diet lho.. tapi saya gak tahan ama bau nasi mateng.. hihihihi (aneh ini mah, tapi gpp lah…. kata temen bawaan orok suka ajaib *elus-elus perut) hahaha…

Nah, biar tetep ada asupan karbo masuk ya mau gak mau tetep saya paksa masukkan nasi dalam porsi makan saya walau gak banyak, jadinya kalau mau makan sayur lauk nasi.. bukan nasi lauk sayur.. hihihihi.. ohya sejak hamil saya jadi suka makan “palapendhem”, semacam ketela dan teman-temannya… yah, paling tidak masih ada asupan pengganti nasi kan ya.. hahhaha

6. Ikan, ayam, telur dan daging,

Kalau ikan memang favorit saya, jadi ya gak ada masalah.. kalau ayam mulai selektif milihnya, lemak full ilangggg.. yang dulu hobby goreng kulit ayam sekarang jadi lebih milih bagian dadanya doang.,Hati-ampela dan sejenisnya langsung coret dari daftar makanan saya… Daging sapi jarang-jarang sih ya hihihiihi gak nafsu aja kalau ama daging sapi terutama yang mash kelihatan uratnya gitu… bawaannya eneg dan mual. hihihi

7. Susu,

Nah… ini dia problematika saya.. dari dulu susu favorit saya hanya UHT.. begitu hamil banyak yang bilang buat minum susu hamil, dokter saya sendiri gak begitu mewajibkan kata beliau sih lebih ke kecukupan kalsium aja. nah, akhirnya deh si mbak e ini kepo nyobain beberapa merk susu hamil.. mulai dari yang rasa plain, coklat,stroberi,  mangga… hingga akhirnya berlabuh ke salah satu susu hamil rasa moka.

Nah pas kontrol kemarin itu.. begitu lihat GDA masih mengkhawatirkan jadi disarankanlah si mbak e ini buat stop minum susu hamil dulu.. dan mengganti dengan makanan lain semisal : ikan laut dll. Blionya sih khawatir kalau minum sembarang sumil (susu hamil maksud-e) walau sudah suntik insulin tiap hari jadinya nggak ngaruh karena biasanya sumil tetep banyak mengandung sukrosa, maltosa dan sa..saa yang lainnya termasuk glukosa… hihihihi

Dan dirujuklah saya untuk berkonsultasi ke poli gizi biar dietnya bener… nah hasil konsultasinya semoga bisa menuliskan di laman terpisah yess..

Yang jelas, apapun akan saya lakukan demi kebaikan si dedek, semakin seru mengalami perubahan yang terjadi di dalam kandungan…dan berjuta keajaiban yang menyertainya..

**sehat-sehat ya dek, bunda dan bapak sayang dedek… muaaaccchhhh**

 

0

LDM (Long Distance Marriage)

sudah lama sebetulnya saya ingin menulis topik ini, namun selalu saja ada yang menghalangi.. saya takut kalau nantinya tulisannya hanya berupa curhat mellow yellow doang… tapi bissmillah, semoga bisa membawa manfaat..

Sebetulnya LDM bukan menjadi pilihan kami selama hampir 8 (delapan) bulan menjalani janji setia sehidup semati dalam ikatan pernikahan suci (duh… kek kayak lagu malahan). Karena di awal saat mase mengajukan lamaran salah satu syaratnya ya mau tinggal di Jogja dengannya. saat itu kesediaan saya tidak saya ungkapkan secara kongkrit, karena mengingat bahwa saya sudah berjanji pada (almarhum) ibu untuk menemani beliau di Blitar. kota kelahiran saya. Ibu yang saat itu menderita penyakit gula untuk tahun ke 23 menjadi pertimbangan terbesar saya, pun bapak dan anak pertama saya : Canting.

Dengan negosiasi sedikit alot akhirnya mase mau memahami kondisi saya, jadilan sejak bulan Maret itu kami menjadi pasangan antar kota antar propinsi. banyak suka dan lebih banyak dukanya.. tapi ya bagaimana lagi semua mesti dijalani.

dan.. Tadaaaaa… gara-gara garus ber-LDM kami jadi semakin pintar mensiasati suasana… terutama mencari kesempatan untuk bertemu.. tak ada kesepakatan tertulis bahwa tiap minggu atau tiap berapa minggu sekali kami akan saling mengunjungi.. prinsipnya adalah dimana dapat harga tiket murah itulah waktu kami bertemu.. haha…. bayangkan saja tiket Malioboro Ekspress kelas ekonomi yang biasanya dijual 80-90rb untuk sekali jalan bisa tiba-tiba melonjak  menjadi 2 – 3 kali lipat kalau liburan panjang.. padahal kan ya, liburan panjang adalah saat yang paling cihuy buat kumpul dan kruntelan dalam jangka waktu lama… nah, yang kami lakukan adalah browsing tiket jauh-jauh hari.. hahahah…paling tidak dua atau tiga bulan sebelumnyalah.

Kalau saya sih tidak banyak masalah dengan moda, mau pakai kereta oke, travel gpp, bis umum pun ayuk saja.. nah kalau mase ini identik sekali dengan kereta soalnya. hahaha.. untunglah PT KAI sekarang lebih mudah layanan untuk pemesanan tiketnya, bsa pilih tempat duduk malah,… wiss pokoknya ngiri puoooll jika dibandingin pas jamanya kuliah yang kudu sangu koran buat lesehan..

Salah satu yang sering jadi masalah untuk pasangan LDM adalah komunikasi, buat saya yang kadang lalai dengan hp sering jadi masalah nih.. hahaha… lhah orangnya disana hp nya di sini. Jadinya kami kemudian menyepakati jam telepon cintah. hahaha… jadi jangan coba-coba menghubungi saya malam-malam ya, karena itulah saat kami bertelepon cintah.. hihihihi biasanya sih mulai jam 11, ketika saya sudah selesai dengan tugas rumah, selesai tugas canting, dan masuk ke waktu istirahat… berapa lama? biasanya sih sampai saya tertidur, hihihi,…. mbok suerr saya sangat suka tidur dengan diiringi suara mase yang sedang bercerita, serasa didongengin…

apalagi ya? nah yang agak sering bikin saya mellow adalah kala ditanya “kok jauh-jauhan sih? kan kasihan suaminya?”  kalau udah kayak gitu saya suka speechless, bingung mau ngomong apa. Mau tak critain kondisi sebenarnya ya nggak penting-penting amat kan buat dia, siapa tahu itu hanya pertanyaan basa-basi tiwas saya cerita panjang kali lebar.. Kemudian saya menemukan jawaban yang pas setelah mencoba dengan berbagai macam cara  menjawab. Kalimat sakti ini cukup berperan penting terutama kalau sedang berada dalam posisi sulit.
 yaitu, cukup tesenyum sambil berucap, “hehehe, mohon doanya ya… semoga… bla..bla..bla”