LDM (Long Distance Marriage)

sudah lama sebetulnya saya ingin menulis topik ini, namun selalu saja ada yang menghalangi.. saya takut kalau nantinya tulisannya hanya berupa curhat mellow yellow doang… tapi bissmillah, semoga bisa membawa manfaat..

Sebetulnya LDM bukan menjadi pilihan kami selama hampir 8 (delapan) bulan menjalani janji setia sehidup semati dalam ikatan pernikahan suci (duh… kek kayak lagu malahan). Karena di awal saat mase mengajukan lamaran salah satu syaratnya ya mau tinggal di Jogja dengannya. saat itu kesediaan saya tidak saya ungkapkan secara kongkrit, karena mengingat bahwa saya sudah berjanji pada (almarhum) ibu untuk menemani beliau di Blitar. kota kelahiran saya. Ibu yang saat itu menderita penyakit gula untuk tahun ke 23 menjadi pertimbangan terbesar saya, pun bapak dan anak pertama saya : Canting.

Dengan negosiasi sedikit alot akhirnya mase mau memahami kondisi saya, jadilan sejak bulan Maret itu kami menjadi pasangan antar kota antar propinsi. banyak suka dan lebih banyak dukanya.. tapi ya bagaimana lagi semua mesti dijalani.

dan.. Tadaaaaa… gara-gara garus ber-LDM kami jadi semakin pintar mensiasati suasana… terutama mencari kesempatan untuk bertemu.. tak ada kesepakatan tertulis bahwa tiap minggu atau tiap berapa minggu sekali kami akan saling mengunjungi.. prinsipnya adalah dimana dapat harga tiket murah itulah waktu kami bertemu.. haha…. bayangkan saja tiket Malioboro Ekspress kelas ekonomi yang biasanya dijual 80-90rb untuk sekali jalan bisa tiba-tiba melonjak  menjadi 2 – 3 kali lipat kalau liburan panjang.. padahal kan ya, liburan panjang adalah saat yang paling cihuy buat kumpul dan kruntelan dalam jangka waktu lama… nah, yang kami lakukan adalah browsing tiket jauh-jauh hari.. hahahah…paling tidak dua atau tiga bulan sebelumnyalah.

Kalau saya sih tidak banyak masalah dengan moda, mau pakai kereta oke, travel gpp, bis umum pun ayuk saja.. nah kalau mase ini identik sekali dengan kereta soalnya. hahaha.. untunglah PT KAI sekarang lebih mudah layanan untuk pemesanan tiketnya, bsa pilih tempat duduk malah,… wiss pokoknya ngiri puoooll jika dibandingin pas jamanya kuliah yang kudu sangu koran buat lesehan..

Salah satu yang sering jadi masalah untuk pasangan LDM adalah komunikasi, buat saya yang kadang lalai dengan hp sering jadi masalah nih.. hahaha… lhah orangnya disana hp nya di sini. Jadinya kami kemudian menyepakati jam telepon cintah. hahaha… jadi jangan coba-coba menghubungi saya malam-malam ya, karena itulah saat kami bertelepon cintah.. hihihihi biasanya sih mulai jam 11, ketika saya sudah selesai dengan tugas rumah, selesai tugas canting, dan masuk ke waktu istirahat… berapa lama? biasanya sih sampai saya tertidur, hihihi,…. mbok suerr saya sangat suka tidur dengan diiringi suara mase yang sedang bercerita, serasa didongengin…

apalagi ya? nah yang agak sering bikin saya mellow adalah kala ditanya “kok jauh-jauhan sih? kan kasihan suaminya?”  kalau udah kayak gitu saya suka speechless, bingung mau ngomong apa. Mau tak critain kondisi sebenarnya ya nggak penting-penting amat kan buat dia, siapa tahu itu hanya pertanyaan basa-basi tiwas saya cerita panjang kali lebar.. Kemudian saya menemukan jawaban yang pas setelah mencoba dengan berbagai macam cara  menjawab. Kalimat sakti ini cukup berperan penting terutama kalau sedang berada dalam posisi sulit.
 yaitu, cukup tesenyum sambil berucap, “hehehe, mohon doanya ya… semoga… bla..bla..bla”

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s