PDHI…. ala kami…

Dini hari tadi, bukan kali pertama saya tertidur kala sedang ditelpon mase..

Hedeeehhh, bukannya saya gak menghargai jerih payah mase yang sudah meluangkan waktu buat nelpon saya.. Tapi ya gitu itu.. Ujung-ujung ya mesti tertidur

Pacaran jarak jauh itu beraaaaatttt, ini bukan kali pertama sih saya memendam rasa yang mesti terkalahkan oleh jarak. Kalau pacaran, iya.. Ini kali pertama saya pacaran jarak jauh.. Long distance relationship (atawa LDR) kalau kebanyakan orang bilang. Kalau dulu-dulu kan hanya sekedar memendam perasaan saja, jadi ya gak berasa – berasa banget lah. Nah sama mase ini beda. Buanggettt.

Dulu, saat bersepakat pacaran kami sama-sama paham bahwa ada jarak blitar-jogja yang akan menjadi penghalang. Tapi ya itu.. Dasar sama-sama orang tua yang nekat njajal pacaran, ya dianggep entenglah itu masalah. “Gampang lah mas, ada telpon ini, skype, ym, chatting atau sms”
Nah, mulailah perjalanan PJJ kami dimulai…

Seminggu pertama, aman… Telpon, sms dan chat masih bisa mengatasi kerinduan yang mulai berasa. Bulan pertama mase memutuskan main ke rumah saya. Tiga hari. Ngobrol dan silaturahmi dengan bapak ibu berujung dari permintaan personal kepada bapak-ibu untuk menikah dengan saya. Lancarrrrr.. Tiada halangan. Mase pun pulang ke jogja dengan sumringah.

Setelah itu sms tak lagi cukup membawa pesan rindu, bertelpon-telpon lah kami. PDHI, pacaran dini hari.. Hahahahah
Lah gimana tidak, mase hobby banget bergadang dan saya mantan insomnia-ers. Yang juga betah melekk (dulu).
Dan bisa dibuktikan kemudian saya mulai kesulitan mengikuti ritme melek-an nya mase. Lha bigimana tidak, wong sejak bekerja pagi-pagi saya sudah mengundurkan diri jadi insomnia-ers. Gak tega dong ya, saya menyuguhkan wajah kuyu kurang tidur pada anak-anak yang sudah menanti dengan cerah ceria. Maka jam malam saya gunakan dengan semestinya.. Tidur…

Bulan kedua, saya memutuskan untuk gantian saya yang mengunjungi mase di jogja.. Ya hitung2 sekalian mengisi liburan semester dengan jalan-jalan ke jogja. .nah, pasca kunjungan saya inilah.. Rindu itu semakin menjadi2. Bahkan lho ya, kami baru tidak bertemu selama 14 hari, yuppp hingga catatan ini ditulis kami baru tidak bertemu selama 14 hari. Namun rasanya sudah bertahun-tahun (jelas ini lebayyy.. Hahahhhaaaha)

Jika dulu awal2 masa pdkt, mase suka nemenin perjalanan malam saya. Nah setelah pacaran kemudian kami bersekapat eh bersepakat bahwa jam aman kami pacaran adalah di atas jam 12 malam. Biasanya sih yang lebih sering memulai telpon PDHI itu mase.. Awalnya aman, ngobrol apa yang terjadi seharian dengan kami. Namun semakin kesini, semakin mendekati hari H, maka kebutuhan untuk ngobrol nggak cukup kalau hanya terfasilitasi saat dini hari.

Namun seringkali pula jam PDHI kami harus terpaksa mengalah, ketika kantuk meraja. Atau ketika panggilan melukis mase lagi tinggi. Hihihhi..tapi ya gakpapa lah.. Demi masa depan ini.. Jadi ya apapun yang terjadi tetep kudu dilakoni..hahhahaha

-henny-

Iklan

One thought on “PDHI…. ala kami…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s