candi sari, suatu pagi…

Hari ini, berteman dengan gerimis saya berangkat ke candi Sari. Sebuah candi Budha yang terletak tak jauh dari tepi jalan jogja-solo. Cukup mudah menjangkaunya, setelah menunggu beberapa menit di pom bensin maguwo ( seperti kesepakatan bersama di grup ) kami ber lima melaju menyusuri jalan raya yang cukup padat pagi ini. Tepat di sebelah timur restoran ayam bakar (yang katanya) gak laku, ambil jalan ke ke barat ikuti saja jalan daratnya dan candi Sari ada di ujung jalan itu.

Candi dengan dua tingkat ini, terletak di sebelah timur laut candi kalasan. Di dusun bendan, desa Tirtomartani. Berdasarkan kesamaan pola hias dan adanya teknik bajralepa, diperkirakan candi ini dibangun pada abad 8 M sejaman dengan candi Kalasan.

Keberadaan candi ini pertama kali diketahui dari gambaran HN SEinburg di tahun 1840, dengan kondisi yang sudah rusak. Pemugaran pertama dilakukan pada tahun 1929/30. denah empat persegi panjang dgn ukuran 17,3 x 10 m. Dengan dihiasi 38 relief bodhisatwa dan makluk kayangan sepasang kinara-kinari yang mengapit jendela.

Candi sari merupakan salah satu bangunan bertingkat dengan tingkat atas diperkirakan berlantai kayu

 

candi bernafaskan agama Budha ini cukup menarik, mengingat bangunan berlantai dua sangat jarang ditemukan di Indonesia salah satunya adalah candi Sari ini. Dengan pintu masuk menghadap timur.  Kaki candi yang hanya tampak sebagian dengan sebagian batuan yang telah hilang tak mengurangi kemegahannya.

Pada bagian bawah kaki candi, terdapat relief orang yang sedang menunggang gajah, pada setiap sisi terdapat jendela  yang terbagi rata dan mengitari bagian tingkat atas dan bawah.

Tubuh candi terdiri dari tiga ruangan yang berjajar, yang masing-masing dihubungkan dengan lubang pintu diantara tembok pemisah. Pada bagian luar terpahat arca-arca yang diletakkan menjadi dua baris diantara jendela. Arca ini merupakan Bodhisatwa  yang berjumlah 36 buah, masing-masing 8 buah di sisi timur, 8 di sisi utara, 8 di sisi selatan dan 12 di sisi barat. Pada umumnya arca ini memegang teratai dengan sikap tubuh Tribhangga.

Berada di sebelah kanan-kiri jendela terdapat pahatan kinara-kinari, yang  mahluk kayangan berwujud setengah manusia setengah burung.

Banyak yang bilang bentuk bangunan candi serta ukiran relief yang ada pada dinding candi sangat mirip dengan relief di Candi Plaosan. Beberapa ruangan bertingkat dua berada persis di bawah masing-masing stupa. Melihat bentuk bangunan candi yang terdiri atas beberapa bilikcandi yang lantainya dari kayu, jendela bergeruji dari kayu, pintu yang terdiri dari kayu, maka dahulu candi Sari dipergunakan sebagai tempat tinggal atau Vihara yakni sebagai tempat meditasi dan asrama bagi pendeta menganjar para siswanya.

 

Iklan

2 thoughts on “candi sari, suatu pagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s