Standar

how do i block u in a real life?

“Mbak, kok aku diremove dari temanmu?”
Pertanyaan itu pertama kali terlontar sudah bertahun lalu. Rentetan protes dari seorang teman akibat saya sedang gemar2nya membersihkan laman rumah maya saya saat itu.

Sejak saya mulai aktif menggunakan jejaring sosial kitabwajah yang sangat tersohor itu. Salah satu resiko terbesarnya adalah saya harus siap berbagi kehidupan pribadi untuk diakses oleh khalayak ramai, atau paling tidak harus siap jika nantinya saya jdi narsis, terkenal, selebritis lokal dadakan dan seterusnya.

Saya tidak akan memaparkan apa kelebihan dan kekurangan di ciptaan zukenberg yang menghipnotis banyak orang, ah anda bisa mencarinya di berbagai portal tentusaja, dan lagipula ngapainnn??? Saya bukan bagian marketingnya kok ya..

Nah, yang menjadi uneg2 saya sih sebetulnya saya masih menginginkan sedikit saja privasi di dunia maya bentukan saya itu. Dengan memajang info saya sbenar2nya, menulis setulis-tulisnya, dan berkomen ria ke teman-teman yang saya suka.. Dalam bayangan saya, orang2 akan melihat siapa sayaa, *jiahh*

Oke-oke, saya paham.. Ini dunia maya, dunia bentukan dan penuh imajinasi dan bayangan sang pemilik akunya.. Baiklah, berarti bayangan saya kejauhann. So, stop! kita kembali ke topik cerita 🙂

Pun, ketika saya mengkonfirmasi permintaan teman di laman yang sama, saya akan sangat selektif.. Mengunjungi laman rumahnya, melihat bagaimana dia berinteraksi dengan kawan2nya melalui komen dan sebagainya dan kemudian saya akan memutuskan apakah dia akan saya konfirmasi permintaannya atau tidak, paling tidak selama berteman dengan saya di kitabwajah saya pernah menyapanya dan berkunjung kerumahnya baik2m

Namun, walau sudah seribet itu saja mewajibkan diri mengunjungi teman maya saya, tetap saja pasti ada beberapa troublemaker yang terselip. Dan percaya atau tidak beberapa dari mereka malah teman yang berasal dari kehidupan nyata kita. Yang kemudian menjadi teman maya. Kalau sudah berhadapan dengan si TM ini duh saya benar tidak suka. Bermain perasaan soalnya :p

Kadang ketika si TM ini mengenal saya di dalam kehidupan maya membuat mereka dengan seenaknya menganggap semua sama saja. Dan malah lebih berani bercuap-cuap karena mungkin pikirnya di dunia maya lebih bebas berekspresi kali ya..

Nah,kalau sudah ketemu kejadian yang kayak gini.. Mau gak mau saya juga mulai cerewet.. Diam2 saya hapus tag-tag an di halaman rumah saya, kalau tetep ngeyel bikin tanda.. Ya saya bilangin pelan2 lewat surat, hitung2 seperti saya menunaikan hak saya untuk menyuarakan pendapat. Kalau tetep reseh ya mau gak mau saya akan usir dia dari halaman rumah saya. Lha emangnya situnya siapa berani ngeyel dan demo narsis di halaman rumah orang. Kalau masih tetep ketok2 pintu ngajak berteman? Yang biasanya saya lakukan ya saya kunci pintunya. Kasih garis merah melintang atau kalau perlu diberi pembatas polisi!!! ˆ⌣ˆ✗¡✗¡✗¡ ˆ⌣ˆ

Itu kalau kejadiannya di rumah maya saya, lha kalau dikehidupan nyata gimana? Duh, saya tipikal yang gak tegaan soalnya (maksudnya, gak tega lihat makanan nganggur… Gak tega lihat orang iseng dicuekin.. :D˚ĦìHí˚⌣˚ĦìHí˚:D˚ĦìHí˚⌣˚ ). Paling-paling saya ya hanya menghela napas panjang.. Sambil menyumpah serapah supaya dia dikutuk jadi orang yang baik biAr gak nyusahin orang lain 😀

Kalau didunia nyata, jikalau ndak perlu sangat. Mungkin saya akan mencari sejuta alasan supaya saya ndak bertemu dengannya.

Iklan

2 thoughts on “how do i block u in a real life?

  1. nah!
    aku ini sejenis setipe separtai sealiran dan segolongan denganmu, mbak henny.
    kalo terima teman, itu pilih2 seperti pilih mantu. kalo fotonya bukan manusia, namanya tidak normal, ya sori dori stroberi. hihihi (dengan demikian secara tersamar, diriku dan dirimu sama2 bilang “kamu orangnya aman, mbak”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s