dear soulmate, where r u?

“Gimana, udah nikah belum?”, pertanyaan itu kembali terngiang di paruh akhir usia ku..

Jengah, itu selalu yang terlintas.. Bukannya apa sih, bayangkan jika saya harus menjawab pertanyaan yang sama sejak saya lulus kuliah, bukan sebelum lulus kuliah tepatnya. Sejak tahun ke dua kuliah saya, tepat dimulai sejak saya dengan pedenya membawa pacar saya (yang sekarang sudah mantan tentunya) untuk sekedar berkunjung ke rumah. Duh, niatnya dulu kan cuman sekedar silaturahmi eh lha kok ternyata bErbuntut kemana-mana.

Bukannya saya tak mencari, bukannya saya seret pacar. Lah gimana lagi wong ya belum ada jodoh yang dikirimkan ke saya, gak mungkin pula kan saya berharap ada bangau kesasar ke rumah dan kemudian mak teplok menjatuhkan bungkusan berisi cowok mapan, goodloking, dan kaya raya yang meminang dan suddenly mengajak saya menikah. Duhhh, mimpi sinderela banget

Tapi apa daya, sekian tahun lamanya ternyata si mr right ya belum nongol2 juga.. Gelisah? Gak sabaran? Duh, syukurlah saya tidak begitu merasakannya. Mellow yellow dikit wajarlah. Lha wong saya kan makhluk ciptaan Tuhan yang katanya dibekali dengan perasaan. Tapi ya bukan berarti kemudian saya membiarkan itu yellow merajalela di kehidupan saya, lha wong saya ya usaha kok, dan yang jelas ada banyak persoalan lain yang lebih penting yang harus saya pikirkan *ahahaha, berasa jadi jendral perang saya*

Terus terang, saya pikir saya beruntung hidup di jaman sekarang. Di mana semua tempat dan berita dapat dijangkau dengan satu sentuhan di ujung jari saja. Sehingga kesendirian saya menjadi tak begitu berasa. Coba bayangkan jika saya hidup di jaman ken dedes masa itu. Apa yang akan saya lakukan? Membuat batik atau mengembangkan seni kriya? Saya lebih memilih menjadi penjualnya saja deh.. Suerr, saya gak bakat jadi pengrajin.

Jadi teman, sembari menunggu si soulmate yang lagi jalan2 entah kemana ada baiknya kita juga sok jaim..yah paling tidak kita gak usah menunggunya dengan berderai air mata. Sah-sah aja kok kalau waktu menunggu sembari bikin usaha, sukur2 nantinya bisa jadi pengusaha sukses dan si mr right itu ternyata berwujud rekanan bisnis kita? Bukankah itu jadi sebuah keuntungan ganda?? ˆ⌣ˆ✗¡✗¡✗¡ ˆ⌣ˆ.. *ngarep*

Atau jika kita gak bakat bisnis, bolehlah kita tunggu si mr right dengan mengembangkan hobby. Andai anda suka jalan-jalan bikin rute perjalanan yang tidak biasa, tantang diri kita keluar dari zona pErjalanan dengan paket wisata. Bikin perjalanan ke tempat impian anda, dan nikmati.. Siapa tahu, ternyata soulmate anda terdampar di negeri impian anda dan voila! Lumayankan? Kalau misal ada pepatah kejarlah ilmu sampai ke negeri cina, gak ada salahnya kita cari jodoh sampai ke negeri jiran..

Saya percaya bahwa jodoh ada di tangan Tuhan, tapi bukankah kita diberi kuasa untuk berusaha? Baiklahh.. Mari kita berusaha dengan tetap mengobarkan kasih sayang dan cinta untuk sesama..

-henny-

Iklan

One thought on “dear soulmate, where r u?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s